Penandatanganan PKS dan IA Prodi PTM FKIP UNS dengan Industri Mitra Tahun 2026
Surakarta, 10 April 2026. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin (PTM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) FKIP dan Implementation Arrangement dengan sejumlah industri mitra. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri guna meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan lapangan kerja.
Acara ini berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembukaan oleh sambutan dekan FKIP UNS, Bapak Dr. Imam Sujadi, M.Si., disambung dengan sambutan Ketua Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Ibu Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M. Eng. Sambutan dari jajaran pimpinan FKIP menekankan pentingnya penyelenggaraan kerja sama antara industri dengan FKIP UNS yang dapat mendukung perkuliahan kontekstual berbasis kondisi nyata dunia kerja. Melalui kerja sama yang berjalan, diharapkan program studi dapat memanfaatkan sebaik mungkin dengan menyinkronkan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dengan ketersediaan kegiatan yang ada di industri mitra, sehingga dapat menjadi salah satu teknik penyelenggaraan rekognisi pada mata kuliah yang relevan.
Mitra industri yang hadir dalam acara ini di antaranya adalah PT Inovasi Teknologi Engineering (Inovatek), PT Solo Indonesia Utama, dan PT Bahtera Inti Kreasi, yang menyambut dengan baik rancangan kerja sama berkelanjutan dengan PTM FKIP UNS. Saat ini ketiga industri tersebut telah menerima mahasiswa magang industri dari program studi PTM FKIP UNS pada periode Januari – Maret 2026. Ketiga industri tersebut masing-masing juga memberikan saran dan masukan pada sesi ramah tamah terkait persiapan, durasi, dan umpan balik terhadap penyelenggaraan magang industri yang telah terlaksana.
Prespektif dari PT Inovatek mengharapkan bahwa anak S1 untuk target yang dicapai setidaknya mampu mengelola bengkel/industri, sehingga dapat memberikan perbedaan antara target anak SMK dan D3. Oleh sebab itu, bekal terkait manajemen bengkel/industri perlu diperkuat disamping basic knowledge keteknikan yang didapat selama perkuliahan. Prespektif terkait persiapan dan durasi magang industri juga disampaikan oleh perwakilan dari PT Solo Indonesia Utama dan PT Bahtera bahwa durasi magang yang hanya 3 bulan masih kurang cukup untuk membentuk keterampilan yang mendalam. Hal ini dikarenakan pada bulan ketiga peserta magang baru dirasa mulai terbiasa dengan pekerjaan di industri, namun belum sampai mampu menguasai pekerjaan secara mandiri. Bekal lain yang tidak kalah penting untuk ditekankan sebelum penerjunan magang adalah pemantapan soft skill inisiatif kerja untuk mengoptimalkan kegiatan magang industri.
Prosesi penandatanganan PKS menjadi puncak acara yang menandai dimulainya implementasi kerja sama konkret antara Prodi PTM FKIP UNS dan mitra industri pada periode selanjutnya. Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, antara lain pengembangan kurikulum berbasis industri, program magang mahasiswa, pelatihan kompetensi, serta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan hubungan kemitraan antara perguruan tinggi dan industri semakin erat serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan siap bersaing di era global