UNS Terapkan Teknologi Injection Molding untuk Tingkatkan Nilai Tambah Limbah Plastik di Pulau Pramuka

Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dengan menerapkan teknologi manual powered injection molding dan mesin pencacah plastik (shredder) di Rumah Literasi Hijau, Pulau Pramuka, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. Kegiatan ini merupakan bagian program Pengabdian Internasional Mandatory (PIM) UNS 2026 yang terdiri dari tim lintas disiplin dari Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Pendidikan Teknik Informatika & Komputer, Pendidikan Teknik Bangunan, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Tim pengabdian beranggotakan Indah Widiastuti, Arya Saputra, Taufik Wisnu Saputra, Hanif Naufal Hardiyanto, Azizah Nurul Husnaini, Cucuk Wawan Budiyanto, Aris Budianto, Feri Setyowibowo, Pipit Wijayanti, Rita Noviani, Anis Rahmawati, Ernawati Sri Sunarsih, dan Silky Roudhotus Sa’adah. Teknologi daur ulang plastik yang digunakan pada kegiatan ini berprinsip pada desain open source dari Precious Plastic yang juga dikembangkan oleh mitra dari Precious Plastic Monash University, Australia.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai upaya mendukung Program “Pulauku Nol Sampah”, sebuah gerakan masyarakat yang selama ini aktif melakukan aksi bersih pantai, pemilahan sampah, edukasi lingkungan, rehabilitasi mangrove, serta konservasi terumbu karang. Meskipun pengelolaan sampah telah berjalan dengan baik, limbah plastik yang sebelumnya terkumpul belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui program pengabdian ini, UNS menghadirkan solusi berupa penerapan teknologi tepat guna agar limbah plastik dapat diolah menjadi berbagai produk fungsional bernilai tambah.

Program diawali dengan proses perencanaan bersama mitra, dilanjutkan dengan perancangan dan pembuatan mould (cetakan), instalasi mesin, demonstrasi penggunaan alat, praktik langsung oleh peserta, hingga evaluasi pelaksanaan kegiatan. Peserta memperoleh pelatihan mengenai identifikasi jenis plastik, proses pencucian dan pencacahan, pengaturan parameter mesin, prosedur injection molding, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dalam sesi praktik, masyarakat secara langsung mengoperasikan mesin shredder untuk mencacah limbah plastik sebelum diproses menggunakan mesin injection molding. Serpihan plastik kemudian dilelehkan dan dicetak menjadi berbagai produk sederhana yang berpotensi dikembangkan sebagai suvenir maupun produk pendukung kegiatan ekowisata di Pulau Pramuka. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan pesisir, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular bagi masyarakat setempat.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah plastik menggunakan teknologi tepat guna. Peserta memahami pentingnya pemilahan berdasarkan jenis plastik, proses pencucian yang benar, pengaturan suhu sesuai karakteristik material, hingga prosedur pencetakan untuk menghasilkan produk berkualitas. Lebih dari itu, kegiatan ini berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah plastik, dari yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

Ketua tim pengabdian menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya berhenti pada kegiatan pemilahan, tetapi harus diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah secara mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung pengembangan ekowisata berbasis lingkungan di Pulau Pramuka. Program ini juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata. Kolaborasi antara Universitas Sebelas Maret, Rumah Literasi Hijau, serta masyarakat Pulau Pramuka menjadi fondasi utama dalam proses alih teknologi dan pemberdayaan masyarakat sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas), melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah plastik berbasis teknologi tepat guna. Pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan memungkinkan masyarakat memperoleh kompetensi baru yang dapat diterapkan secara mandiri. Selain itu melalui kolaborasi antara Universitas Sebelas Maret, Precious Plastic, Rumah Literasi Hijau, dan masyarakat Pulau Pramuka dalam transfer teknologi, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan inovasi pengelolaan limbah plastik berbasis ekonomi sirkular kegatan ini juga berkontribusi pada SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kegiatan ini, UNS kembali menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan dampak nyata, baik bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir Indonesia.