Student Statisfaction Level Information

Kesimpulan Laporan TKM 2022
2022-A
  1. Berdasarkan hasil pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa (TKM) terhadap layanan pendidikan di PS S1 PTM FKIP UNS, dapat disimpulkan bahwa mutu layanan secara umum berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan rentang skor 75,15%–86,17%. Kinerja dosen menunjukkan capaian tertinggi dengan nilai 86,17%, yang mencerminkan bahwa pelaksanaan pembelajaran, penilaian, serta pendampingan akademik telah dilakukan secara konsisten, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa dinilai berjalan positif, khususnya pada aspek keandalan, kepastian layanan, dan empati.
  2. Layanan pengelola program studi memperoleh nilai 79,40%, yang menunjukkan bahwa layanan administrasi akademik dan nonakademik telah berjalan dengan baik, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek komunikasi layanan dan kejelasan prosedur. Layanan tenaga kependidikan memperoleh nilai 80,95%, menandakan bahwa pelayanan administratif sehari-hari telah dilaksanakan secara ramah, solutif, dan sesuai prosedur. Adapun layanan pengelolaan sarana dan prasarana memperoleh nilai terendah sebesar 75,15%, yang meskipun masih berada pada kategori baik, menunjukkan perlunya peningkatan lebih lanjut pada aspek kenyamanan dan kelengkapan fasilitas pembelajaran.
  3. Secara keseluruhan, hasil survei TKM menunjukkan bahwa mahasiswa merasa cukup puas terhadap layanan akademik dan administratif yang diberikan oleh program studi. Namun demikian, hasil ini juga mengidentifikasi sejumlah aspek yang perlu menjadi fokus pengembangan, khususnya pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana serta penguatan tata kelola komunikasi layanan, agar pelaksanaan siklus PPEPP dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
2022-B
Berdasarkan hasil pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap kinerja dosen, dapat disimpulkan bahwa layanan pembelajaran telah berjalan sangat baik dan memenuhi standar mutu pendidikan tinggi. Dosen dinilai mampu melaksanakan pembelajaran secara andal, memberikan kepastian dalam penilaian, serta menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan akademik mahasiswa. Meskipun demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa responsivitas dosen, pemerataan perhatian akademik, serta konsistensi pelaksanaan penilaian masih memerlukan penguatan agar kualitas layanan pembelajaran dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh mahasiswa. Oleh karena itu, peningkatan mutu perlu diarahkan pada aspek proses dan tata kelola pembelajaran secara berkelanjutan.

Kesimpulan Laporan TKM 2023

2023-A

  1. Tingkat Kepuasan Mahasiswa menunjukkan bahwa mutu layanan PS S1 PTM FKIP UNS berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan kinerja dosen sebagai komponen layanan dengan capaian tertinggi.
  2. Proses pembelajaran telah dilaksanakan secara profesional dan sesuai standar akademik, meskipun penguatan pada aspek responsivitas dan pemerataan interaksi pembelajaran masih diperlukan.
  3. Layanan pengelola program studi dan tenaga kependidikan secara umum telah mendukung kelancaran kegiatan akademik, namun efektivitas komunikasi layanan dan efisiensi waktu pelayanan masih perlu ditingkatkan.
  4. Layanan pengelolaan sarana dan prasarana menjadi aspek yang memerlukan perhatian lebih lanjut, khususnya dalam meningkatkan kenyamanan dan kualitas fasilitas pembelajaran
  5. Secara keseluruhan, hasil TKM menunjukkan bahwa sistem layanan pendidikan telah berjalan dengan baik, namun peningkatan mutu secara berkelanjutan tetap diperlukan dalam kerangka penjaminan mutu internal
2023-B
Berdasarkan hasil Tingkat Kepuasan Mahasiswa, kinerja dosen secara umum berada pada kategori sangat baik. Pelaksanaan pembelajaran dinilai telah berjalan sesuai dengan rencana pembelajaran, penyampaian materi cukup jelas, serta proses penilaian dilakukan sesuai ketentuan akademik. Meskipun demikian, hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih terdapat ruang perbaikan terutama pada aspek komunikasi dan kecepatan dosen dalam merespons kebutuhan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, upaya perbaikan perlu diarahkan pada peningkatan kualitas interaksi dosen dan mahasiswa agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.

Kesimpulan Laporan TKM 2024

2024-A

  1. Berdasarkan hasil pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa (TKM) terhadap layanan pendidikan di PS S1 PTM FKIP UNS, dapat disimpulkan bahwa mutu layanan secara umum berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan rentang skor 80–87%. Kinerja dosen menempati posisi tertinggi dengan skor 87,14%, menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah dilaksanakan secara profesional, konsisten, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Interaksi antara dosen dan mahasiswa dinilai sangat positif, terutama pada aspek keandalan, kepastian, dan empati.
  2. Layanan pengelola memperoleh skor 82,46% dan menunjukkan bahwa proses administrasi akademik telah berjalan efektif, meskipun masih diperlukan peningkatan dalam aspek komunikasi dan transparansi prosedur. Kinerja tenaga kependidikan juga dinilai sangat baik, dengan skor 83,45%, menggambarkan bahwa layanan administratif sehari-hari berjalan cepat, ramah, dan sesuai prosedur. Sementara itu, layanan sarana dan prasarana memperoleh skor terendah yaitu 80%, meskipun masih dalam kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa fasilitas pembelajaran memadai, namun peningkatan pada kenyamanan, kecukupan, dan kualitas sarpras tetap diperlukan agar mampu menunjang mutu pembelajaran secara optimal.
  3. Secara umum, hasil survei menunjukkan bahwa mahasiswa puas terhadap layanan akademik dan administratif yang diberikan oleh program studi. Namun demikian, temuan ini juga mengidentifikasi beberapa area yang perlu menjadi prioritas pengembangan, terutama terkait pemenuhan fasilitas fisik dan penguatan tata kelola komunikasi layanan, sehingga siklus PPEPP dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

2024-B

Berdasarkan hasil pengukuran Tingkat Kepuasan Mahasiswa, kinerja dosen memperoleh nilai TKM sebesar 87,80%, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik. Mahasiswa menilai dosen telah melaksanakan perkuliahan secara konsisten, terstruktur, dan sesuai dengan rencana pembelajaran yang ditetapkan. Aspek keandalan dan kepastian layanan akademik menjadi kekuatan utama dalam kinerja dosen, yang tercermin dari keteraturan perkuliahan serta pelaksanaan penilaian yang jelas dan dapat dipahami oleh mahasiswa. Meskipun demikian, hasil analisis juga menunjukkan bahwa masih terdapat ruang perbaikan pada aspek interaksi akademik, khususnya terkait kecepatan dosen dalam merespons kebutuhan belajar mahasiswa dan perhatian terhadap dinamika pemahaman mahasiswa selama proses perkuliahan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pembelajaran tidak lagi berfokus pada aspek teknis penyampaian materi, melainkan pada kualitas komunikasi, refleksi pembelajaran, dan keterlibatan mahasiswa secara lebih aktif.